Element

3 Permainan Tradisional untuk Dilakukan di Rumah

3 Permainan Tradisional untuk Dilakukan di Rumah

Permainan seru untuk anak lakukan di rumah bukan sebatas susun balok, masak-masakan, atau balapan mobil di gadget lho. Bun. Permainan tradisional khas nusantara juga bisa menjadi alternatif permainan anak yang menyenangkan untuk dilakukan di dalam atau sekitar rumah. Kita bahas bareng, yuk!

#TahuNggakSihBun, bermain itu bermanfaat untuk anak, lho. Selain dapat menjaga kesehatan dan melatih kemampuan fisiknya, bermain juga dapat mengembangkan kecerdasan emosi dan sosialnya. Namun, si kecil mungkin belum bisa main terlalu jauh dari rumah akibat situasi pandemi yang masih berlangsung hingga hari ini. It’s okay, Bun! Untungnya sekalipun di rumah saja, si kecil tetap bisa bermain dan bersenang-senang dengan permainan anak tradisional. 

Selain melestarikannya, bermain permainan anak khas nusantara juga bakal menjadi memori indah untuk diceritakan di kemudian, persis seperti memori masa kecil yang Bunda miliki saat ini. Dari berbagai macam permainan anak tradisional, mari kita coba tiga di antaranya yang cocok dimainkan bareng si kecil di rumah atau minimal di halaman atau sekitar rumah.

 

1. Dakon Atau Congklak

 

Bunda ingat permainan ini? Permainan congklak bisa dibilang sudah dikenal hampir di seluruh tanah air. Di tanah Jawa permainan ini juga dikenal dengan nama “Dakon” atau “Dhakonan”. Sedangkan di Sumatra Melayu, dinamakan “Congkak”. Lalu di Lampung, disebut “Dentuman Lamban” dan di beberapa wilayah di Sulawesi dikenal dengan sebutan “Mokaotan”, “Manggaleceng”, “Anggalacang”, atau “Nogarata”.

Untuk memainkannya, Bunda perlu membeli papan congklak beserta bijinya, dan juga congklak membutuhkan dua pemain. Untuk memulai permainan, isi ke-14 lubang kecil papan congklak dengan 7 biji congklak, 2 lubang besar dikosongkan saja ya, Bun. Kalau kedua pemain sudah duduk berhadapan, yuk langsung sama-sama jalan. Ambil semua biji yang ada di lubang kecil pada pojok kanan, lalu bagikan biji satu per satu di setiap lubang. Bergeraklah searah jarum jam, dan jangan lupa untuk mengisi si lubang besar/lumbung masing-masing yang berada di ujung kiri (lumbung milik lawan jangan diisi, ya). 

Jika biji pemain habis di lubang kecil yang ada biji lainnya maka pemain dapat mengambil semua biji tersebut dan terus melanjutkan permainan. Sebaliknya, jika biji pemain habis di lubang kecil yang kosong maka pemain harus berhenti sementara. Tunggu lawan melakukan hal yang sama, lalu mulai bermain lagi. Pemenang permainan ini adalah mereka yang berhasil mengumpulkan biji paling banyak di lumbung miliknya. Selain dapat melatih saraf motorik anak, permainan ini juga bakal melatih si kecil dalam hal berhitung dan kejujuran.

 

2. Lompat Karet

 

Permainan anak yang satu ini populer di tahun 70-90-an, dan sebenarnya sudah dimainkan sejak era kolonial Belanda oleh anak-anak keturunan Belanda untuk melatih ketangkasan. Karena permainan lompat karet membutuhkan ruang yang cukup luas maka Bunda bisa memainkan permainan ini di halaman rumah atau mungkin di depan rumah. Oke, siapkan rantai karet dengan panjang minimal dua meter. Kemudian, karet direntangkan dengan ketinggian bertahap, mulai dari setinggi lutut, pinggang, dada, pundak, dagu, kepala, hingga satu jengkal di atas kepala. Permainan ini idealnya dimainkan oleh tiga orang--dua orang saling memegang ujung karet, satu orang bermain. Tapi jika Bunda hanya punya dua peserta maka salah satu ujung karet perlu Bunda ikatkan pada tiang, pagar atau pohon agar ujung karet lainnya bisa dipegang oleh yang jaga.

Bermainlah lompat karet dengan cara melompati karet tersebut dengan urutan ketinggian seperti di atas. Tapi Bunda bisa bikin kesepakatan sendiri dengan anak, misalnya ketinggian maksimal hanya sampai pinggang/dada anak. Pemain yang gagal melompati karet harus berganti giliran dengan pemain lainnya, dan kembali berjaga atau memegang ujung karet. Siapa yang lebih dulu berhasil melompati karet dengan ketinggian maksimal, dialah pemenangnya. 

Alternatif lainnya, lompat karet ini juga bisa Bunda mainkan dengan cara mengayunkan rentangan karet hingga terjadi gerakan memutar. Dengan begitu, anak dapat melompati ayunan karet tersebut di tempat menyerupai kegiatan lompat tali. Kegiatan seperti ini dapat melatih koordinasi dan keseimbangan motorik anak, serta meningkatkan kekuatan otot tubuh anak, terutama kaki, perut, dan lengan. Oh iya Bun, bermain lompat karet apalagi di area outdoor bakal bikin anak rentan merasa gerah/kepanasan. Maka dari itu, sedia selalu plester kompres ByeBye-FEVER agar dapat ditempelkan pada tengkuk anak. Rasa sejuk dari hidrogelnya tentu saja bakal membuat si kecil merasa nyaman, senyaman sentuhan Bunda.

 

3. Main Layang-layang

 

Ini permainan mengasyikan dan dapat sekaligus menjadi pelajaran pertama buat anak tentang aerodinamika. Permainan layang-layang sebenarnya termasuk permainan kuno. Di Indonesia, permainan ini diduga sudah dimainkan sejak abad 17, tertera dalam catatan sejarah Melayu tentang festival layang-layang yang diikuti beberapa kerajaan-kerajaan di nusantara.

Sekalipun permainan layang-layang identik dengan lapangan luas, tapi percayalah Bun, permainan ini bisa banget dimainkan cukup di depan rumah. Bahkan kalau rumah Bunda punya balkon atau area rooftop, Bunda dan si kecil juga bisa bermain layang-layang dari area tersebut lho! Kuncinya adalah angin di hari itu berembus cukup kencang. Jika embusan angin hari itu cukup bagus, sebenarnya menerbangkan layang-layang bukanlah hal yang sulit. Bunda dan si kecil cukup menarik dan mengulur benang sampai layang-layang terbang di ketinggian yang diinginkan. 

Sama seperti main lompat karet, bermain layang-layang juga akan membuat si kecil berada di area outdoor. Bisa saja si kecil kepanasan akibat mengalami efek cuaca panas. Jika ia mulai kegerahan, Bunda bisa coba membuatnya kembali nyaman dengan menempelkan ByeBye-FEVER di tengkuk si Kecil. Dengan daya lekat yang lebih kuat,  sensasi sejuknya hidrogel ByeBye-FEVER bikin si kecil jadi tetap bisa aktif bermain dan nyaman.

 

Baiklah Bun, jadi permainan anak tradisional mana nih yang ingin segera Bunda mainkan bersama anak bahkan juga bareng Ayah? Untuk jenis permainan outdoor, pastikan Bunda dan si kecil memainkannya tetap di area sekitar rumah dan tidak lupa untuk memakai masker ya. Yuk, lestarikan terus permainan khas nusantara dan bagikan artikel ini ke para Bunda lainnya!

Mountain
Cloud Cloud Cloud Cloud
keyboard_arrow_down