Element

Anak Sehat dan Senang Selama Berpuasa

Anak Sehat dan Senang Selama Berpuasa

Si kecil sudah mulai belajar untuk berpuasa, Bun? Wah, pintarnya. Agar ia tetap senang dan mampu menjaga kesehatannya selama menjalani ibadah puasa, ada beberapa hal yang perlu dilakukan nih, Bun

Saat bulan Ramadan tiba, anak biasanya ingin ikutan berpuasa seperti Bunda dan Ayahnya. Sebenarnya pada usia berapa sih anak dapat menjalankan puasa? Mengutip klikdokter, menurut dr. Devina Irene Putri, anak idealnya belajar puasa saat menginjak usia 5 atau 6 tahun. Sedangkan menurut dr. Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK dalam sebuah ulasan di detik health, tahap awal anak berpuasa dapat dimulai ketika ia berusia 7 tahun.

Apakah anak Bunda sudah siap berpuasa? Yang pasti kondisi setiap anak itu berbeda, Bun. Jika perlu, Bunda bisa kok berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kesiapan fisik anak dalam berpuasa. Tak lupa, bimbing terus si kecil agar ia semakin pandai dan merasa nyaman layaknya mendapat sentuhan Bunda dalam menjalani ibadah puasa. Jika menurut Bunda, anak sudah siap berpuasa, yuk ingat-ingat beberapa hal berikut agar si kecil happy dan badannya tetap fit selama menjalani ibadahnya. 

Apa yang bisa Bunda lakukan untuk menjaga kesehatan anak?

 

Perhatikan Kebutuhan Nutrisi Anak

Menjaga kesehatan si kecil selama berpuasa bisa diawali dengan memerhatikan kebutuhan asupan cairan dan nutrisinya melalui sajian menu sehat untuk sahur dan berbuka. Dalam menu sahur anak, selain air putih, pastikan terdapat sayuran, karbohidrat (nasi, kentang, atau roti), lalu makanan kaya protein (telur, tempe, atau susu) seperti yang direkomendasikan oleh WHO

Sedangkan menu sehat untuk anak buka puasa sebenarnya tidak jauh berbeda dengan menu sahur, tapi soal takjil, Bunda bisa batasi pengonsumsian hidangan manis buat si kecil. Jika ingin mencari yang manis-manis untuk dimakan, sebaiknya anak mendapatkannya dari buah-buahan, misalnya kurma, semangka, atau melon. 

 

Menjaga Pola Tidur

Puasa sudah pasti akan mengubah pola tidur si kecil: ia harus bangun sekitar pukul 3 pagi untuk sahur dan mempersiapkan puasanya. Nah dalam kesehariannya, si kecil enggak mungkin bangun di waktu tersebut kan, Bun? Maka dari itu, bantu si kecil untuk tidur lebih awal pada malam harinya agar ia lebih “segar” saat bangun untuk sahur dan beraktivitas di pagi harinya. 

Anak sebaiknya tetap tidur minimal 9-11 jam per hari. Waktu istirahat ini bisa tercapai bukan hanya dari istirahat malam saja, tapi dari tidur siang juga. Jadi jangan lewatkan waktu tidur siang si kecil ya, Bun. Lagi pula, tidur siang juga bisa membantu si kecil yang lagi belajar puasa untuk sejenak melupakan rasa haus dan laparnya.  

Setelah memahami cara menjaga kesehatan anak selama menjalani ibadah puasa, sekarang kita bahas, bagaimana menciptakan suasana happy selama anak berpuasa, ya!

 

Melibat Anak dalam Rutinitas Khas Ramadan

Baik saat sahur maupun berbuka, Bunda boleh banget lho mengajak si kecil untuk ikut membantu Bunda menyiapkan menu-menunya. Bahkan menurut dr Juwalita, anak sebaiknya dibangunkan satu jam sebelum waktu sahur agar ia bisa Bunda ajak ngobrol dulu dan terlibat dalam kegiatan menyiapkan hidangan sahur untuk membangun mood si kecil. 

Selanjutnya, sebelum makan bareng di meja makan saat sahur maupun berbuka, Bunda pun bisa sesekali meminta si kecil memimpin doa agar tumbuh rasa kebersamaan yang menyenangkan. Oh iya, jika Bunda mengadakan tarawih di rumah bersama keluarga tercinta, jangan lupa ajak si kecil untuk membantu Bunda dalam menyiapkan perlengkapan ibadah.    

 

Memberikan Apresiasi

Buat anak, terutama yang baru pertama kali, berpuasa adalah big step, Bun. Bukan hal mudah, lho. Maka dari itu, sempatkan selalu untuk memberikan apresiasi kepada si kecil ketika sudah punya niat untuk berpuasa, apalagi kalau berhasil menyelesaikan ibadahnya sampai tuntas. Si kecil pasti senang banget, Bun menerima apresiasi dari orang-orang terdekatnya.

Apresiasi yang bisa Bunda berikan kepada si kecil bisa berupa pujian, menyajikan makanan favoritnya saat berbuka, atau hadiah dalam wujud fisik pun juga tak masalah, seperti mainan atau perlengkapan sekolah. Tapi ingat, jika Bunda ingin mengapresiasi si kecil dalam bentuk hadiah, ada baiknya Bunda menjadikan hal tersebut sebagai kejutan. Di sisi lain, tindakan seperti ini juga penting agar anak terbiasa melakukan hal baik sekalipun tanpa imbalan apa pun. 

 

Hargai Perasaan Anak

Dalam menjalani ibadah puasa, mungkin ada kalanya si kecil mengalami kendala atau gagal, dan hal seperti ini sering kali membuat anak sedih dan enggak bersemangat lagi. Mungkin ia belum berhasil menjalani puasa satu hari penuh seperti Bunda dan Ayahnya atau merasa sulit untuk bangun sahur dan sebagainya. Berikan ia ruang untuk menunjukkan emosinya ya, selain itu Bunda bisa hadir sebagai penyemangat terbaik untuk si kecil agar ia mampu belajar dari kesalahannya dan dapat menjalani ibadah lebih baik lagi ke depannya. 

Lagi pula Bun, anak yang mampu berbagi emosi itu sehat lho. Mengutip dari website Parents.com, menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), kesehatan emosional yang buruk dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kerentanan terhadap pilek dan penyakit lainnya. Jadi, sangat baik jika anak dapat menunjukkan perasaannya, karena ia merasa nyaman punya Bunda yang mampu menghargai perasaannya.

 

Demikian Bun, hal-hal yang perlu Bunda ingat ketika anak mulai belajar untuk berpuasa. Selalu lihat kondisi anak ya Bun, jangan pernah ada paksaan. Ingat, anak itu lebih rentan dehidrasi menurut dr. Devia. Jika anak sudah tidak kuat, apalagi sampai menunjukkan tanda-tanda lemas, mulut kering, dan mata cekung, lebih baik puasanya dibatalkan saja ya, Bun. Kan masih ada hari esok untuk anak belajar lagi. Oh iya, agar Bunda dan si kecil makin semangat dan enggak terlewat jadwal-jadwal penting selama bulan Ramadan, berikut ByeBye-FEVER lampirkan jadwal Imsakiyah Ramadan tahun ini yang bisa Bunda simpan.

 

 

menu sehat buka puasa

 

 

Baiklah selamat menjalankan ibadah puasa untuk Bunda dan si kecil. Semoga ibadah kita semua diterima ya, Bun! Jangan lupa bagikan artikel ini ke para bunda lainnya dan sampai bertemu di artikel selanjutnya.

Mountain
Cloud Cloud Cloud Cloud
keyboard_arrow_down