Element

6 Cara Menjaga Si Kecil Tetap Aman Saat Mulai Pembelajaran Tatap Muka

6 Cara Menjaga Si Kecil Tetap Aman Saat Mulai Pembelajaran Tatap Muka

Setelah hampir dua tahun si kecil belajar secara online akibat pandemi COVID-19, kini pembelajaran tatap muka mulai diterapkan di beberapa daerah yang level risikonya rendah. Si kecil pasti sudah tidak sabar untuk kembali bertemu guru dan teman-temannya, ya, Bunda?

Walau begitu, pasti masih ada rasa khawatir dan was-was dalam diri Bunda untuk melepas anak ke sekolah di tengah kondisi pandemi ini. Usahakan untuk tetap tenang, Bunda bisa melakukan cara-cara berikut ini untuk menjaga si kecil tetap aman dan sehat selama pembelajaran tatap muka.

1. Pastikan Anak Sudah Bisa Dipercaya untuk Menjaga Diri Sendiri

Karena kini anak mulai belajar di sekolah, Bunda pun tak bisa lagi memantau dan mengawasi mereka secara penuh. Oleh sebab itu, pastikan si kecil sudah bisa dipercaya untuk menjaga diri sendiri sebelum mulai ikut pembelajaran tatap muka. Sebelum kembali ke sekolah, ajarkan ia tentang protokol kesehatan mulai dari cara memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dengan teman-temannya, dan lain sebagainya.

Lalu, sejak beberapa hari sebelum pembelajaran tatap muka dimulai, minta si kecil untuk mempraktikkan protokol kesehatan di rumah. Minta ia melakukan protokol-protokol yang sudah Bunda ajarkan. Jadi, jika ternyata masih ada hal yang belum dilakukan anak secara tepat, Bunda bisa membantu memperbaikinya hingga ia mampu menjaga diri sendiri saat di sekolah nanti.

2. Anak Wajib Memakai Dobel Masker

Memakai masker dobel menjadi salah satu langkah paling efektif dalam mencegah penularan virus COVID-19. Bunda, coba ajarkan pula kepada anak untuk terus memakai masker selama di sekolah nanti. Jelaskanlah dengan bahasa yang mudah dipahami si kecil mengapa ia harus menggunakan masker dobel.

Sampaikan pada si kecil untuk selalu mengganti masker apabila sudah terasa basah atau lembap. Karenanya, Bunda perlu membekalinya dengan stok masker baru di dalam tas sekolah. Tegaskan kepada anak bahwa ia harus selalu menggunakan masker dobel saat berangkat sekolah, berada di lingkungan sekolah, hingga sampai rumah kembali. Bila masker tak digunakan, segera buang di tempat sampah dan hindari meletakkan masker sembarangan untuk menjaga kebersihannya.

3. Ajarkan Etika Batuk dan Bersin

Selanjutnya, ajarkan pula mengenai etika batuk dan bersin pada si kecil di mana pun mereka berada, terutama saat pembelajaran tatap muka nanti. Saat anak bersin dan batuk, minta ia untuk tetap tidak melepas masker. Jelaskan bahwa hal ini dilakukan untuk menahan percikan atau droplet menyebar ke berbagai tempat.

Kemudian, saat bersin, beritahu si kecil untuk tidak menyentuh wajah. Bila tidak ada masker, bisa menggunakan tisu maupun lengan baju untuk menutup mulut dan hidung. Setelah itu, minta si kecil segera cuci tangan menggunakan air bersih dan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

4. Biasakan Cuci Tangan Pakai Sabun dan Membersihkan Diri

Keempat, tanamkan sikap kepada si kecil untuk selalu menjaga kebersihan diri sendiri. Dalam menjaga kebersihan ini, Bunda bisa mengajarkan si kecil untuk rutin cuci tangan selama minimal 20 detik setelah beraktivitas. Ajarkanlah hal tersebut dengan cara menyenangkan di rumah. Contohnya, mengajarkan mencuci tangan sambil menyanyikan lagu kesukaan si kecil.

Ajarkan pula anak untuk mencuci tempat makan dan minum hingga bersih bila ingin digunakan kembali. Jika sudah sampai rumah, anjurkan mereka untuk mencuci tubuh atau mandi sebelum melakukan aktivitas lain di rumah sepulang sekolah.

5. Pemantauan Gejala Klinis Anak di Rumah, Khususnya Demam

Walaupun anak sudah menerapkan protokol kesehatan selama pembelajaran tatap muka di sekolah, Bunda tetap perlu memantau kondisi kesehatan anak dari segi klinis, terutama ketika si kecil menunjukkan gejala demam. Sebagai orang tua, Bunda harus selalu siaga. Oleh karena itu, siapkanlah beberapa perlengkapan dalam tatalaksana penanganan demam bagi anak di rumah.

Salah satunya dengan menyediakan obat demam hingga plester kompres modern seperti ByeBye-Fever. Ketika misalnya suhu tubuh anak terasa panas, Bunda bisa mengompresnya dulu dengan ByeBye-Fever sebagai upaya untuk meredakan demam. Cek suhu tubuh si kecil secara berkala ya, Bunda. Jika memang tidak kunjung menurun, Bunda bisa langsung membawanya ke dokter.

6. Tidak Memaksakan Sekolah Jika Anak Sakit

Pembelajaran tatap muka memang penting manfaatnya bagi tumbuh kembang si kecil. Namun, apabila anak menunjukkan gejala sakit, sebaiknya tidak dipaksakan untuk tetap masuk. Saat sakit, otomatis kondisi tubuh si kecil akan cenderung lemah. Nah, kondisi tersebut membuat daya tahannya menurun sehingga lebih rentan lelah, Bunda.

Jika si kecil merasa kurang sehat, ada baiknya untuk beristirahat yang cukup di rumah. Dengan begini, Bunda juga bisa lebih mudah memantau kondisinya sekaligus merawatnya hingga kembali pulih. Pastikan pada saat istirahat ini, waktu tidurnya cukup dan nyaman. Lalu, yang tak kalah penting adalah memenuhi asupan gizi si kecil agar ia cepat pulih.

Wajar, kok, kalau Bunda merasa khawatir melepas anak ke sekolah untuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka. Namun, Bunda bisa melakukan berbagai tips di atas untuk menjaga si kecil tetap aman dan sehat. Berilah kepercayaan kepada si kecil untuk menjaga dirinya sendiri. Semoga Bunda, si kecil, dan keluarga selalu sehat, ya!

Mountain
Cloud Cloud Cloud Cloud
keyboard_arrow_down