Element

Waspada Hepatitis Akut Misterius, Berikut 5 Fakta Penting yang Perlu Bunda Tahu

Waspada Hepatitis Akut Misterius, Berikut 5 Fakta Penting yang Perlu Bunda Tahu

Belum sepenuhnya pulih dari pandemi Covid-19, dunia sudah dihadapkan dengan temuan penyakit baru, yakni hepatitis akut. Mengkhawatirkannya lagi, penyakit ini banyak menyerang anak-anak di bawah umur 16 tahun. Bahkan hepatitis akut misterius ini sudah masuk ke sejumlah negara, termasuk Indonesia. 

Sebagai orang tua, wajar kok kalau Bunda merasa khawatir akan kondisi saat ini. Namun, Bunda tak perlu panik. Simak lima fakta penting yang perlu Bunda tahu mengenai penyakit hepatitis akut misterius ini!

1. Dikaitkan dengan infeksi Adenovirus

Meskipun hingga saat ini penyebab utama dari hepatitis akut belum diketahui secara pasti, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengaitkannya dengan adenovirus. Adenovirus sendiri adalah sekelompok virus yang bisa menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan, mata, paru-paru dan saluran pencernaan. Umumnya, virus ini banyak menyerang bayi hingga anak-anak.

Hingga awal Mei 2022, WHO mencatat ada 348 kasus hepatitis akut misterius yang telah teridentifikasi. Inggris tercatat sebagai negara terbesar kasus hepatitis misterius ini. Serangkaian penelitian telah dilakukan guna melihat genetika anak-anak yang terserang, respons kekebalan anak, virus, dan studi epidemiologi lebih jauh.

Dari 163 kasus yang teridentifikasi di Inggris, 11 anak membutuhkan transplantasi hati akibat meningkatnya peradangan hati pada tubuh mereka. Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan bahwa orang tua harus waspada jika anak menunjukkan tanda-tanda penyakit hepatitis. Tanda-tanda tersebut di antaranya demam, kulit menguning, warna urin menggelap, ada semburat kuning di mata, dan feses yang berwarna pucat.

2. Sudah ada 18 anak di Indonesia yang terinfeksi

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, sudah mengonfirmasi adanya kasus hepatitis akut misterius di Indonesia, Bun. Hingga saat ini, tercatat ada 18 orang yang terserang penyakit ini, sembilan di antaranya masih dalam kategori pending klasifikasi. Hanya dua pasien dari kasus diduga hepatitis akut tersebut yang berusia lebih dari 16 tahun. Selain itu, wilayah yang dilaporkan memiliki dugaan kasus hepatitis akut ini adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Kalimantan Timur. 

Kementerian menilai bahwa meskipun para pasien memiliki gejala yang mengarah pada hepatitis akut ini, tetap diperlukan adanya uji laboratorium lebih lanjut. Pihak pemerintahan terus berupaya melakukan investigasi penyakit ini dan meminta agar masyarakat terutama orang tua yang memiliki anak di bawah 16 tahun untuk waspada.

3. Gejala demam, mual, hingga kehilangan kesadaran

Kementerian Kesehatan RI mengatakan bahwa gejala umum yang dialami oleh para pasien dugaan hepatitis akut ini adalah demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, lemah, diare parah, nyeri perut, nyeri otot serta sendi, mata dan kulit menguning, gatal-gatal, dan urin yang keruh seperti air teh.

Namun, jangan langsung panik jika menemui si kecil mengalami gejala tersebut, Bun. Misalnya, jika anak mengalami demam, Bunda dapat memberikan ByeBye-FEVER sebagai pertolongan pertama yang membantu menurunkan demam.

Seperti yang disebutkan di atas, kasus hepatitis akut misterius ini cenderung menyerang anak hingga usia 16 tahun. Nah, jika si kecil masih berusia 0-2 tahun dan mengalami gejala demam, Bunda bisa memberikan ByeBye-FEVER Bayi yang hadir dengan rasa pahit yang aman, sehingga mencegah plester tertelan oleh si kecil. Ada pula ByeBye-FEVER Anak yang aman untuk anak-anak usia dua tahun ke atas.

Baik ByeBye-FEVER Bayi maupun Anak aman digunakan bersama obat minum, Bun. Formula khusus dan plesternya memiliki tekstur yang lembut sehingga tidak menimbulkan iritasi pada kulit anak yang biasanya masih sensitif. ByeBye-FEVER Bayi dan Anak dilengkapi dengan hidrogel sejuk yang mampu menurunkan demam 2 hingga 3 derajat Celcius. Formula hidrogel ini juga yang akan membuat anak merasa nyaman melalui sensasi sejuk yang diberikan. Namun, jika demam tidak kunjung turun, segera bawa si kecil ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, ya, Bun.

4. Penularan hepatitis akut misterius pada anak

Secara umum, hepatitis terbagi menjadi beberapa jenis, yakni hepatitis A, B, C, D dan E. Pada hepatitis A dan D, penularan terjadi melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi. Sementara itu, hepatitis jenis lainnya menular akibat cairan tubuh, misalnya darah. 

Namun, Kementerian Kesehatan menduga bahwa penularan hepatitis akut misterius pada anak terjadi melalui saluran cerna dan saluran pernapasan. Untuk itulah, Bunda harus terus menjaga kebersihan tubuh serta lingkungan anak guna mencegah penularan penyakit baru ini.

5. Cara mencegah penularan hepatitis akut misterius

Agar anak terhindar dari penularan hepatitis akut misterius ini, pastikan Bunda mengakses informasi dari sumber tepercaya dan tidak panik. Mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas sangat disarankan untuk mencegah penularan virus ini. Pastikan anak Bunda mencuci tangan dengan benar sesuai dengan anjuran. 

Perhatikan juga air minum anak ya, Bun. Pastikan ia hanya mengonsumsi air yang bersih dan matang. Gunakan alat makan pribadi di mana pun dan kapan pun. Pastikan lingkungan sekitar anak bersih dari berbagai jenis kotoran. Selain itu, lengkapi imunisasi dan nutrisi anak agar badan tidak mudah terserang penyakit.

 

Itulah fakta-fakta mengenai kasus hepatitis akut misterius yang baru-baru ini muncul dan menyerang banyak anak di dunia. Pastikan untuk selalu mengecek kebersihan lingkungan dan makanan si kecil agar ia terhindar dari virus. Semoga Bunda sekeluarga selalu sehat, ya!

Mountain
Cloud Cloud Cloud Cloud
keyboard_arrow_down