Element

Serba-serbi Cuti Melahirkan Jadi 6 Bulan, Ini yang Bunda Perlu Tahu!

Serba-serbi Cuti Melahirkan Jadi 6 Bulan, Ini yang Bunda Perlu Tahu!

Baru-baru ini, muncul wacana peraturan untuk memperpanjang cuti ibu hamil jadi enam bulan melalui Rancangan Undang-Undang KIA (Kesejahteraan Ibu dan Anak), dari sebelumnya yang hanya tiga bulan saja. Peraturan ini sedang dibahas oleh DPR RI guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Lantas, apakah ibu hamil yang cuti tetap mendapatkan upah di masa cutinya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini ya, Bunda!

Cuti ibu hamil dari 3 bulan jadi 6 bulan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, cuti hamil yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja menyebutkan bahwa durasi waktu cuti untuk ibu hamil adalah selama tiga bulan. Akan tetapi, hal ini wacananya akan diubah karena sudah masuk dalam Rancangan Undang-Undang KIA (Kesejahteraan Ibu dan Anak).

Wacana perubahan masa cuti hamil ini pun didorong oleh Ketua DPR Republik Indonesia, Puan Maharani. Selain memperhatikan ibu hamil, Rancangan Undang-Undang tersebut juga memperhatikan para ibu yang mengalami masa keguguran agar mendapatkan cuti selama 1,5 bulan.

Upaya mendukung kemajuan perempuan Indonesia

Seluruh wacana dan upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia ini dilakukan bagi kemajuan perempuan Indonesia. Dengan memberikan masa cuti yang maksimal pada ibu hamil, harapannya hal ini akan menurunkan angka stunting yang cukup tinggi di Indonesia.

Saat ini, angka stunting di Indonesia masih berapa di angka 24,4 persen atau setara dengan 5,33 juta balita. Puan Maharani selaku ketua DPR RI pun mengatakan bahwa seorang ibu berhak memiliki waktu yang cukup untuk memberikan ASI kepada anak-anaknya, termasuk pada working mom.

Akan tetap mendapatkan upah selama cuti

Jika cuti hamil berlangsung selama enam bulan, lantas bagaimana nasib keuangan seorang working mom? Apakah akan tetap memperoleh upah selama masa cuti tersebut?

Tak perlu khawatir, Bunda. Selama masa cuti hamil tersebut, Bunda akan tetap memperoleh upah. Bahkan pada tiga bulan pertama, upah yang dibayarkan masih penuh atau 100 persen. Kemudian, pada bulan keempat dan seterusnya, pembayaran upah akan berubah menjadi 70 persen saja. Bunda jadi tak perlu khawatir dengan kondisi finansial selama menikmati masa cuti hamil.

Mengoptimalkan masa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) anak

Perubahan lama waktu cuti hamil ini juga dilakukan untuk mengoptimalkan masa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) anak. Periode waktu tersebut dikenal sebagai masa pertumbuhan emas seorang anak. Apabila ibu punya cukup waktu di masa pertumbuhan emas anak, tentu pertumbuhannya akan semakin maksimal.

Hal ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memajukan generasi bangsa. Pasalnya, anak-anak yang lahir adalah masa depan bangsa ini. Sehingga, keselamatan dan kesehatannya pun perlu diperhatikan sejak dalam masa kandungan. Sebab, jika ada kesalahan dalam 1.000 HPK, hal ini bisa membuat tumbuh kembang si kecil jadi kurang optimal.

Masih dalam tahap pembahasan menjadi UU

Perubahan masa cuti melahirkan dari tiga bulan menjadi enam bulan memang cukup menjadi angin segar. Namun, Bunda perlu perhatikan bahwa ini masih dalam tahap pembahasan menjadi Undang-Undang. Maka dari itu, seluruh wacana ini masih menjadi bagian dalam Rancangan Undang-Undang KIA (Kesejahteraan Ibu dan Anak).

Ketentuan terkait durasi waktu cuti melahirkan yang berlaku saat ini masih tetap pada peraturan lama, sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, yang mana cuti melahirkan adalah tiga bulan. Kemudian, RUU KIA yang sedang dirembuk bersama oleh pemerintah ini pun belum dapat dipastikan akan bisa terealisasi atau tidak.

Namun, yang jelas, persiapan menyambut buah hati tetap wajib dilakukan. Misalnya seperti menyiapkan pakaian, popok, selimut bayi, alat pompa ASI, dan tidak lupa ByeBye-FEVER Bayi. ByeBye-FEVER Bayi telah dipercaya lebih dari 18 tahun oleh Bunda cerdas Indonesia sebagai plester yang mampu memberikan rasa nyaman kepada si kecil #SenyamanSentuhanBunda.

Selain itu, ByeBye-FEVER sangat menjaga kualitas produknya, bahkan sampai ke hidrogelnya pun disertai rasa pahit untuk mencegah plester tertelan secara tidak sengaja oleh bayi. Bunda juga tidak perlu khawatir karena ByeBye-FEVER aman untuk kulit bayi yang biasanya masih sensitif.

 

Nah, itu tadi penjelasan mengenai wacana perubahan durasi cuti melahirkan bagi ibu di Indonesia yang awalnya tiga bulan menjadi enam bulan. Meski ada rencana perpanjangan, seluruh wacana ini masih dalam tahap pembahasan dalam Rencana Undang-Undang KIA (Kesejahteraan Ibu dan Anak).

Mountain
Cloud Cloud Cloud Cloud
keyboard_arrow_down