Element

Memotivasi Anak agar Pandai Menabung

Memotivasi Anak agar Pandai Menabung

Membujuk anak agar rajin menabung mungkin bukan hal yang mudah. Tapi kalau Bunda berhasil memberinya motivasi dan pengertian akan manfaat dari hal tersebut, si kecil bisa saja malah jadi gemar banget buat melakukannya.

“Ayo nak yang rajin nabungnya biar bisa beli banyak mainan.” Well, ada benarnya sih, tapi apakah ini motivasi menabung yang tepat buat si kecil? Kalau Bunda salah menanamkan motivasi atau pengertian tentang menabung untuknya, bisa-bisa pemahaman tersebut akan terbawa sampai si buah hati bertumbuh dewasa nanti, lho.

Mengajarkan anak untuk menabung sejak dini itu bagus banget, Bunda. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, kita harus pandai berhemat, kan? Tapi #TauNggakSihBun, nilai dan bentuk motivasi seperti apa yang bisa Bunda ajarkan kepada si kecil agar ia nyaman sekaligus semangat dalam menyisihkan uang?

 

1.Uang Bisa Habis

Satu hal penting yang harus mulai dipahami oleh si kecil adalah uang bukanlah satu hal yang tanpa batas, bisa banget habis jika enggak dikelola dengan baik. Sebagai bukti, mungkin Bunda sesekali bisa memberikan si kecil uang sakunya sebulan full, bukan harian atau mingguan.

Dari situ, si kecil bisa belajar, jika ia boros maka uang sakunya akan habis sebelum waktunya dan ia memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkannya kembali. Sebaliknya jika ia berhemat, uang sakunya dapat bersisa bahkan bertambah lagi karena mendapatkan jatah uang saku berikutnya.

 

2. Perlu Usaha untuk Mendapatkannya

Dari mana si kecil bisa mendapatkan uang? Dari Bunda, Ayah, atau menerima “amplop” dari kakek, nenek, om, dan tantenya saat hari raya. Karena ia mendapatkan uang dengan cara tersebut maka si kecil kadang tidak mengerti bahwa mendapatkan uang tidak semudah itu. Makanya Bunda perlu ingatkan si kecil bahwa sebenarnya ada usaha bahkan kerja yang keras untuk mendapatkan uang.

Sebagai bentuk didikan, saat si kecil minta uang, Bunda boleh kok sesekali menyuruhnya melakukan kegiatan yang positif terlebih dahulu sebelum memberikannya uang. Tenang saja, selama enggak berlebihan, si kecil enggak bakal menganggap hal tersebut sebagai “upah” kok. Malah dia bisa belajar kalau mendapatkan uang itu membutuhkan usaha sehingga ia pun berpikir untuk lebih giat menabung dan tidak boros.

 

3. Uang Dapat Menjadi Alat untuk Menolong Orang Lain 

Selain untuk membeli kebutuhan pribadi, ajarkan pula kepada si kecil bahwa uang juga dapat ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan orang lain dan ini sifatnya membantu/menolong sesama.

Dengan rajin menabung, si kecil akan punya uang simpanan atau uang lebih. Nah, kalau dalam kekurangan saja masih ada orang yang mampu berbagi, apalagi kalau dalam kondisi berlebih. Tentu kita dapat membantu orang lebih banyak lagi. Dalam hal ini, pastikan Bunda pun sudah menjadi teladan terlebih dahulu buat si kecil, ya. 

 

Motivasi di atas mungkin terasa agak heavy ya, Bunda. Tapi jangan khawatir, di usianya yang semakin dewasa, anak bakal paham kok. Sudah saatnya si kecil pelan-pelan diajarkan value yang lebih penting soal menabung dan tidak lagi sebatas “menabung biar bisa beli mainan baru bulan depan”. Pastikan saja Bunda mengedukasi si kecil dengan cara yang fun dan tetap membuatnya nyaman, senyaman plester ByeBye-FEVER saat menempel di tubuh si kecil.

Cara yang fun untuk mengajarkan anak tentang mengelola uang bisa Bunda lakukan dengan bermain permainan  Monopoli bersamanya. Tak lupa, biarkan anak memiliki buku tabungan pribadinya sehingga ia bisa merasakan excitement tersendiri saat melihat uangnya makin bertambah. 

Oke deh, Bunda kalau motivasi menabungnya sudah benar, semoga kelak hasil menabungnya si kecil bisa ia gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, ya! Oh iya, kalau di tengah proses belajar si kecil mengalami demam, atau merasa nggak enak badan, Bunda bisa menempelkan plester demam ByeBye-FEVER di keningnya sebagai pertolongan pertama, agar ia kembali merasa nyaman, dan bisa segera kembali belajar dan bermain sama Bunda!

Mountain
Cloud Cloud Cloud Cloud
keyboard_arrow_down