Element

Ketahui Lebih Dini tentang Eklampsia pada Ibu Hamil

Ketahui Lebih Dini tentang Eklampsia pada Ibu Hamil

Eklampsia adalah kondisi serius yang bisa dialami oleh ibu hamil. Kondisi ini sering kali disamakan dengan preeklampsia, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, Bun. Preeklampsia adalah peristiwa naiknya tekanan darah pada ibu hamil. Nah, jika semakin parah, peristiwa tersebut dapat memicu eklampsia atau kejang.

Memangnya, apa penyebab eklampsia pada ibu hamil? Apakah penyebabnya sama dengan epilepsi yang juga biasanya ditandai dengan kejang? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut, yuk, Bun! Ada juga beberapa cara yang bisa Bunda lakukan agar terhindar dari kondisi eklampsia selama masa kehamilan, lho!

Apa penyebab eklampsia pada ibu hamil?

Melanjutkan penjelasan di atas, eklampsia adalah komplikasi terusan dari preeklampsia. Naiknya tekanan darah pada ibu hamil kemudian bisa memicu timbulnya kejang. Kondisi ini berisiko menyebabkan bayi lahir dengan gangguan kesehatan, seperti lahir dengan berat badan lebih rendah (BBLR). Bahkan, eklampsia juga bisa memicu bayi untuk lahir prematur, Bun.

Namun, meski membuat ibu hamil mengalami kejang, penyebab eklampsia berbeda dari epilepsi yang dipicu oleh adanya gangguan pada otak. Hal ini bisa terjadi apabila preeklampsia tidak segera diobati sehingga memperparah kondisi menjadi eklampsia. Beberapa penyebab lainnya adalah adanya riwayat diabetes, kehamilan di atas usia 35 tahun dan di bawah 20 tahun, kehamilan kembar, dan merupakan kehamilan pertama.

Umumkah eklampsia dialami ibu hamil?

Eklampsia adalah kondisi yang biasa ditemui pada ibu hamil. Akan tetapi, hal ini cukup jarang terjadi, Bunda. Maka dari itu, jika kondisi ini muncul, bisa menyebabkan dampak yang cukup serius pada ibu dan anak yang masih dalam kandungan.

Umumnya, 50 sampai 60 persen kasus eklampsia menyerang saat masa kehamilan, 30 sampai 35 persen menimpa saat proses persalinan, dan sisanya terjadi setelah masa persalinan dengan durasi waktu kurang lebih 24 jam setelah masa kelahiran tersebut.

Durasi waktu eklampsia biasanya terjadi selama 60 sampai 75 detik dan dibagi menjadi dua fase. Pertama, ibu hamil akan mengalami kedutan di sekitar area wajah, tegang otot, serta tubuh mulai kaku. Ini akan memakan waktu selama 15 detik.

Kondisi tersebut bisa berlanjut dengan fase kedua yang akan terjadi selama kurang lebih 60 detik. Jika sudah mencapai fase ini, otot-otot pada tubuh ibu hamil akan kejang bergantian. Setelah itu, biasanya ibu hamil akan hilang kesadaran dan masa ini disebut sebagai saat-saat kritis.

Apakah bisa dicegah?

Bun, sayangnya sampai saat ini belum ada cara pencegahan yang pasti terhadap eklampsia. Akan tetapi, ada beberapa cara yang bisa Bunda coba lakukan untuk meminimalisir kondisi tersebut. Cara pertama adalah dengan rutin memeriksakan kandungan agar preeklampsia bisa dideteksi sedini mungkin.

Selain itu, mengontrol berat badan juga penting dilakukan selama masa kehamilan. Bagi ibu hamil dengan riwayat tekanan darah tinggi, Bunda harus lebih berhati-hati dan senantiasa menjaga tekanan darah agar tetap dalam kondisi normal.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Photo by National Cancer Institute on Unsplash

Meski kasus eklampsia banyak ditemui selama masa kehamilan, kondisi ini sama sekali tidak boleh disepelekan. Bunda harus mengantisipasi jika sudah terdapat tanda-tanda atau gejala preeklampsia (naiknya tekanan darah). Apabila tidak ditangani, eklampsia mungkin saja membuntuti dan memperparah situasi.

Lalu, kapan Bunda harus pergi ke dokter untuk memeriksakan diri? Sebaiknya, Bunda membuat janji temu yang rutin dengan dokter kandungan selama masa kehamilan. Hal ini dilakukan bukan cuma agar terhindar dari eklampsia, tapi juga agar Bunda bisa mengetahui kondisi diri serta calon bayi yang akan lahir.

Deteksi dan pencegahan sedini mungkin dapat membuat Bunda selamat dari risiko kehamilan yang menghadang di depan mata, salah satunya eklampsia. Jika Bunda merasa tidak sempat, saat ini juga sudah banyak layanan konsultasi online dengan berbagai dokter spesialis, termasuk kandungan.

 

Masa kehamilan dan menyambut kelahiran buah hati memang sulit. Bunda harus selalu menjaga kondisi kesehatan agar terhindar dari risiko preeklampsia dan eklampsia. Usahakan untuk tidak sering begadang selama hamil karena juga bisa berdampak pada kesehatan si kecil dalam kandungan, lho.

Sedangkan untuk persiapan menyambut calon buah hati, Bunda bisa mulai dengan mengetahui pentingnya gizi 1000 hari pertama kehidupan atau klik di sini untuk info penting lain seputar parenting dan kesehatan keluarga. Yuk, persiapkan kelahiran si kecil semaksimal mungkin, Bun!

Mountain
Cloud Cloud Cloud Cloud
keyboard_arrow_down