Element

BLW, Apa Sih Itu?

BLW, Apa Sih Itu?

Bunda rajin mengecek posting-an selebgram/artis dan anaknya yang masih bayi di media sosial? Kalau iya, kemungkinan besar Bunda pernah dengar atau lihat unggahan dari salah satu penyanyi papan atas Indonesia tentang BLW. Apa sih itu? Kalau belum tahu, enggak usah khawatir. Ini saatnya Bunda belajar tentang baby-led weaning atau BLW pada bayi bareng ByeBye-FEVER!

BLW  merupakan metode MPASI yang pertama kali diperkenalkan oleh Gill Rapley dan Tracey Murkett lewat buku Baby-Led Weaning di tahun 2010. Nah, kalau biasanya Bunda memberikan MPASI dengan menyuapi anak puree atau bubur pakai sendok, di metode BLW ini si kecil justru makan pakai tangannya sendiri. MPASI-nya pun tak perlu diblender atau diolah terlebih dahulu melainkan disajikan di depan anak dalam bentuk finger food atau potongan yang bisa mereka ambil dengan tangan. Anak biasanya duduk di kursi makan khusus bayi dengan makanan di meja, sedangkan Bunda atau Ayah hanya perlu mendampinginya. So, seperti namanya, baby-led, di metode ini anaklah yang bertanggung jawab untuk makan sendiri.

BLW ini awalnya hanya populer di kalangan ibu di Inggris. Namun beberapa tahun terakhir, semakin banyak ibu-ibu muda di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang menerapkan metode ini karena dianggap efektif untuk mendukung pertumbuhan anak.

Keuntungan apa saja sih yang bikin BLW jadi pilihan beberapa Bunda dan selebritas di luar sana? BLW ternyata bagus untuk melatih skill motorik anak. Dengan belajar memegang sendiri makanannya, mengunyah, dan mengkoordinasikan penglihatannya, anak bisa terlatih bergerak aktif sejak dini. 

Walaupun punya banyak kelebihan, seperti metode-metode yang lain, BLW juga punya kekurangan yang harus jadi pertimbangan Bunda sebelum mempraktikkannya ke si kecil. Yang pertama, BLW belum tentu cocok untuk semua bayi. Menurut Dokter anak Amerika Serikat Dina Dimaggio, BLW tidak disarankan untuk bayi yang mengalami Developmental Delay atau pertumbuhan terhambat karena bisa-bisa si kecil terganggu perkembangannya. Selain itu, walaupun si Kecil tidak perlu disuapi saat BLW, Bunda dan Ayah harus tetap ekstra hati-hati mengawasinya agar tidak tersedak makanan. Lalu, banyak juga lho ternyata Bunda yang khawatir gizi si kecil tidak terpenuhi kalau makan sendiri. Nah kalau yang satu ini sih mitos ya, Bunda. Faktanya 70% gizi anak usia dibawah 1 tahun masih di-support oleh ASI. Jadi, Bunda enggak perlu takut anak kurang gizi selama BLW. 

Terus, kapan sebaiknya BLW diterapkan pada anak? Layaknya MPASI biasa, BLW bisa Bunda perkenalkan saat anak memasuki usia 6 bulan. Karena di usia ini anak biasanya sudah bisa duduk dan menahan lehernya, mereka tidak akan kesulitan untuk mengambil sendiri makanan di depannya. Jenis makanan yang Bunda berikan bisa bermacam-macam, bisa sayuran atau buah kukus. Selengkapnya Bunda bisa baca rekomendasi jenis sayur dan buah untuk MPASI di sini. Yang terpenting, pastikan makanan benar-benar matang dan lembut supaya si kecil tidak tersedak. Oh iya, bentuk potongannya juga penting agar si kecil enggak susah memegangnya. Potongan makanan harus berbentuk tipis memanjang atau strip, bulat-bulat seperti koin, atau dipotong dengan pisau bergerigi.

Nah, sampai di sini Bunda pasti sudah tercerahkan tentang BLW pada bayi. Apakah Bunda ingin menerapkan metode tersebut pada si kecil? Eits, jangan asal ikut tren saja ya, Bunda. Apalagi dengan adanya plus dan minus dari metode tersebut. Pastikan Bunda berkonsultasi terlebih dahulu dengan DSA atau dokter spesialis anak. Soalnya, setiap anak kan terlahir dengan kondisi dan kebutuhan yang berbeda, jadi enggak bisa dipukul sama rata. Di sisi lain, masa-masa MPASI adalah bagian dari proses tumbuh kembang anak yang bisa menjadi momen bonding Bunda dengan si kecil. Momen bermakna ini enggak akan terulang kembali, jadi pastikan Bunda selalu memberikan yang terbaik untuknya.

Bukan cuma memberikan MPASI terbaik untuk si Kecil, tapi disetiap kondisi Bunda juga perlu memberikan yang terbaik untuknya. Terutama saat ia demam dengan selalu sedia ByeBye-FEVER, kompres penurun panas yang siap menemani keluarga tercinta. Sensasi sejuknya bikin si kecil merasa nyaman, senyaman sentuhan Bunda.

Mountain
Cloud Cloud Cloud Cloud
keyboard_arrow_down