Element

Berhemat di Masa Pandemi Yuk, Bunda!

Berhemat di Masa Pandemi Yuk, Bunda!

Ingin beli ini dan itu, juga ingin liburan sekaligus family time di luar kota. Tanpa sadar banyak hal yang ingin kita bayar untuk “menyembuhkan” rasa bosan akibat terlalu lama di rumah saja. Sabar ya, Bunda. Di situasi seperti ini, justru kita harus makin pintar mengelola finansial keluarga. 

Pandemi yang sudah berlangsung selama beberapa bulan ini bukan cuma masalah kesehatan, tapi juga perekonomian. Karena pergerakan kita semua jadi terbatas, roda ekonomi pun melambat. Dan sayangnya, masih belum jelas kapan kondisi keuangan dunia bisa pulih lagi.

Makanya, Bunda lebih baik pintar-pintar atur tabungan deh untuk jaga-jaga menghadapi entah apa yang terjadi di kemudian hari. Kita semua tahu mengubah kebiasaan itu bukan hal yang mudah. Karenanya, simak beberapa tips dari ByeBye-FEVER berikut yuk agar Bunda bisa berhemat dan mengelola finansial keluarga dengan baik selama masa pandemi.

 

Atur Kembali Prioritas

Mungkin Bunda dan Ayah sebenarnya sudah punya perencanaan finansial keluarga dan menjalankannya dengan baik. Tapi, mengingat kita semua berada dalam kondisi tak menentu seperti sekarang, maka sudah saatnya kita mengatur ulang prioritas pengeluaran. Coba deh diskusikan bareng Ayah: 

 

  • Apa sih yang harus tetap dibayar? 

Tagihan listrik, biaya sekolah anak, atau cicilan rumah. Apa pun itu, kumpulkan terlebih dulu biaya apa saja yang sifatnya memang harus dibayar dan rutin. Nah, pengeluaran yang seperti ini wajib banget masuk prioritas utama ya, Bunda.

 

  • Mana yang perlu dikurangi/diganti?

Sebagai contoh, ya. Biar lebih hemat, menu makan harian keluarga yang biasanya terdiri dari tiga macam lauk dan dua macam sayur, mungkin untuk sementara dikurangi dulu jadi hanya dua macam lauk dan satu macam sayur. Atau Bunda yang biasa belanja sayuran di supermarket, mungkin kini bisa beralih ke toko sayur di sekitar rumah, tukang sayur yang lewat depan rumah atau bahkan berbelanja secara online. Selain lebih mudah, berbelanja secara online juga banyak promonya lho, Bun.

  

  • Apa yang bisa ditunda?

Jalan-jalan ke luar kota atau beli kamera? Kalau bukan satu hal yang urgensi, Bunda tunda dulu saja kali, ya.

 

  • Mana yang perlu di-stop?

Punya kebiasaan nyalain TV di rumah seharian tanpa ditonton? Atau doyan membelikan si kecil mainan baru tiap bulan? Pokoknya kalau punya kebiasaan boros, harus segera ditinggalkan ya, Bunda.

 

Beri Pengertian Buat Si Kecil

Setelah Bunda bisa menentukan prioritas pengeluaran yang baru, sekarang saatnya memberi pengertian kepada si kecil. Kita mungkin bisa langsung mengerti betapa pentingnya untuk berhemat di tengah pandemi ini, tapi si kecil kan belum tentu. Di sini komunikasi dengan anak jadi sesuatu yang enggak boleh kita lupakan. 

Mungkin anak akan rewel ketika snack favoritnya terpaksa dikurangi, atau murung karena perayaan ulang tahunnya tahun ini bakal cuma di rumah saja. Kadang suka enggak tega sih melihat muka cemberut si kesayangan, tapi ini buat kebaikannya juga kok. Coba jelaskan baik-baik, keadaan yang sedang Bunda dan Ayah hadapi saat ini. Jangan remehkan pola pikir si kecil ya Bunda, soalnya ia bisa banget kok jadi pribadi yang pengertian. Kadang tergantung cara kita menyampaikannya saja.

Kalau anak Bunda sudah cukup besar, mulai berikan pengertian deh kalau kebutuhan sehari-hari itu perlu dibeli dan uang bukanlah satu hal yang tak terbatas. Jadikan juga kesempatan ini untuk mengajarkan anak rajin menabung, terutama kalau ia sudah Bunda percayakan untuk memegang uang jajannya sendiri. 

Tapi Bunda jangan lupa ya, tujuan kita adalah untuk memberikan pengertian, bukan menakut-nakuti atau membuat suasana negatif di rumah. Jadi tetap tanamkan optimisme saat menjelaskan kondisi saat ini pada si kecil. This too shall pass, jadi Bunda, Ayah, dan si kecil harus tetap semangat dan saling mendukung, ya!

 

Sesuaikan Kembali Budget Pengeluaran

Prioritas sudah diatur ulang, si kecil pun sudah diberi pengertian. Oke deh, kalau begitu saatnya menyesuaikan kembali budget bulanan keluarga Bunda. Harusnya sudah ketahuan nih, pos keuangan mana yang budget-nya bisa dipangkas, tetap, dan dilebihkan. Lalu soal belanja kebutuhan rumah tangga, ada baiknya Bunda menerapkan sistem stok di rumah. Jangan salah, hal seperti ini bisa lumayan memangkas pengeluaran lho, Bunda. Bayangkan jika Bunda tiap hari atau tiap minggu keluar buat belanja ke pasar atau ke supermarket, ini kan berarti jadi lebih sering keluar uang buat transportasi atau mungkin buat makan di luar.

Makanya, lebih baik belanja sekali untuk kebutuhan dua minggu atau bahkan sebulan sekalian. Bunda bisa menyetok bahan makanan, peralatan mandi, peralatan untuk membersihkan rumah dan pakaian, juga yang tak kalah penting obat-obatan. Jangan lupa masukkan plester kompres demam ByeBye-FEVER ke dalam list belanjaan Bunda untuk mengisi kotak P3K di rumah, ya. Soalnya plester ByeBye-FEVER ini bisa jadi andalan Bunda banget untuk memberikan rasa nyaman pada si kecil yang lagi demam, terkena cuaca panas atau tumbuh gigi, senyaman sentuhan Bunda. Biar makin hemat, Bunda bisa membeli ByeBye-FEVER secara online di e-commerce karena ada beragam promo yang tersedia.

Oh iya, mulai sekarang, coba lebih serius yuk menyiapkan dana darurat. Dana ini harus Bunda bedakan dengan tabungan dan investasi, ya. Dana darurat ini ada untuk Bunda pakai di situasi tak terduga dan bersifat darurat, misalnya harus renovasi rumah dadakan karena ketimpa pohon tumbang atau mendadak kehilangan mata pencaharian akibat situasi pandemi.

Bagaimana Bunda, sudah mendapatkan pencerahan dong mengenai cara berhemat di tengah situasi pandemi ini? Semoga tips-tips di atas berguna, ya. Pokoknya jangan lupa komunikasi dengan anak dan keluarga sebelum melakukan perubahan kebijakan rumah tangga agar enggak ada yang namanya salah pengertian. Tetap semangat di tengah masa sulit ini ya, dan sehat-sehat ya, Bunda dan keluarga! 

Mountain
Cloud Cloud Cloud Cloud
keyboard_arrow_down