Element

Anak Senang Memasukkan Benda ke Mulut? Ingat 3 Hal Berikut!

Anak Senang Memasukkan Benda ke Mulut? Ingat 3 Hal Berikut!

Selama ia bisa menggenggam dan sedang berada di fase oral maka bayi pasti akan memasukkan benda dalam genggamannya ke dalam mulut. Hal ini memang sangat wajar, tapi sekalipun begitu, apa saja sih yang harus Bunda ingat dan perhatikan ketika anak berada di fase ini? Simak jawaban berikut berdasarkan hasil #BincangNyaman dengan dr. Arnold Soetarso, sebuah kolaborasi antara ByeBye-FEVER dengan SehatQ.

Alasan mengenai kegemaran bayi memasukkan benda atau tangannya ke dalam mulut sudah pernah ByeBye-FEVER jelaskan sebelumnya  di sini, bisa karena lapar, bosan, atau tumbuh gigi. Tapi yang jelas, kegemaran tersebut sebuah fase dalam tumbuh kembang bayi. Jadi, menurut teori mengenai perkembangan psikoseksual, yaitu teori psikologi oleh Sigmund Freud, seorang anak akan mengalami fase pertumbuhan sesuai dengan usianya, salah satunya adalah fase oral yang biasanya dialami bayi pada usia 0-2 tahun.

Makanya Bunda enggak perlu khawatir jika si kecil hobi banget gigit-gigit tangan atau berbagai benda di sekitarnya selama ia memang berada di usia fase oral. Lagi pula, memasukkan benda ke mulut juga merupakan cara bayi untuk mengeksplorasi dunia sekitarnya, dan ini merupakan salah satu tanda anak yang cerdas lho, Bun! Namun, sekalipun wajar dan pertanda positif, Bunda tetap harus memerhatikan beberapa hal ketika anak lagi gemar memasukkan benda ke dalam mulutnya, tiga di antaranya adalah:

 

1.Menjaga Kebersihan 

Ketika berada di fase oral, mencegah si kecil memasukkan benda di sekitarnya ke dalam mulutnya tentunya menjadi tindakan yang kurang tepat dan hanya bikin lelah saja, Bun. Jadi, hal yang bisa Bunda lakukan adalah memastikan benda-benda yang akan digigit olehnya dalam keadaan bersih, mulai dari mainan, teether, empeng, dan sebagainya. Menjaga kebersihan ini merupakan tindakan yang penting demi mencegah bayi mengalami diare, cacingan, infeksi akibat memakan benda-benda yang kotor. 

Bicara soal infeksi, salah satu tanda infeksi yang sering muncul pada anak adalah demam. Jika hal tersebut terjadi, segera tempelkan plester ByeBye-FEVER pada lipatan ketiak atau paha si kecil untuk memberikan rasa nyaman sambil menunggu atau memastikan penanganan selanjutnya.

Kembali pada hal menjaga kebersihan, untuk membersihkan benda-benda di sekitar bayi secara rutin, Bunda pun bisa melakukan banyak cara, mulai dari merendamnya dengan air panas, mencucinya dengan sabun khusus alat makan dan peralatan bayi, menyemprotkan/mengelap barang dengan cairan desinfektan berlambang food grade, atau yang lebih praktis lagi menggunakan sterilizer. Pilih dan sesuaikan saja, mana yang paling cocok buat Bunda.

 

2.Penanganan Keracunan

Sekalipun sudah hati-hati, tapi yang namanya lengah bisa saja Bunda alami hingga si kecil memakan barang-barang yang enggak wajar, misalnya plester kompres, krim ruam popok, atau lipstik Bunda. Nah, kalau sampai hal ini terjadi, Bunda pasti langsung khawatir si kecil bakal keracunan.   

Oke, menurut dr. Arnold, beberapa benda dan zat memang dapat menimbulkan efek keracunan yang serius sekalipun hanya terpapar sedikit, di antaranya adalah minyak tanah, zat yang bersifat asam/basa, obat-obatan dewasa, dan obat nyamuk. Jika sampai si kecil terpapar benda atau zat berbahaya dan mengalami keracunan, ingatlah empat prinsip ini: 

- Perawatan suportif. Jika anak mengalami diare atau muntah, cukupi kebutuhan cairannya agar tidak mengalami dehidrasi.

- Dekontaminasi. Bersihkan benda atau zat beracun yang memapar tubuh si kecil.

- Antidot racun. Berikan penawar racun sesuai dengan petunjuk dokter.

- Percepat eliminasi. Misalnya dengan memastikan anak banyak minum air putih.

Kemudian, hal yang perlu Bunda ketahui jika anak keracunan adalah mengetahui jenis dan jumlah racun yang tertelan, waktu terpaparnya, dan gejala yang muncul. Semua ini akan menjadi informasi yang berguna jika Bunda ingin berkonsultasi dengan dokter. 

 

3.Memilih Barang atau Produk yang Ramah Anak

Untuk meminimalisasi dampak negatif dari fase oral, seperti tersedak atau keracunan, pastikan Bunda melakukan pengawasan terhadap kegiatan teething pada anak ini. Kemudian, perhatikan pemilihan benda atau produk untuk anak. Pilih yang berkualitas, higienis, dan aman ya, Bun. Misalnya untuk mainan, cari boneka yang jahitannya kuat dan minim aksesoris (kancing, pita, dll) atau mainan plastik yang BPA free, sedangkan untuk produk bayi seperti bedak, krim bayi, atau plester kompres, pilih produk yang sudah memenuhi standar keamanan FDA atau BPOM di Indonesia sehingga kandungan dari produk tersebut tidak bersifat racun jika tertelan dalam takaran wajar. 

Untungnya, ByeBye-FEVER sudah memikirkan hal tersebut lho, Bun. Selain memenuhi standar keamanan BPOM Indonesia, plester kompres ByeBye-FEVER Bayi dikemas secara higienis dengan standar teknologi Jepang, kandungan hidrogelnya pun dilengkapi dengan rasa pahit demi mencegah bayi memasukkan plester ke dalam mulutnya. Jadi, enggak cuma berkualitas, ByeBye-FEVER juga terbukti aman untuk bayi Bunda.

 

Bagaimana Bun, sekarang sudah lebih memahami tentang fase oral bayi kan? Kalau Bunda melewatkan #BincangNyaman ByeBye-FEVER dan SehatQ bersama dr. Arnold waktu itu, jangan khawatir, karena Bunda masih bisa melihat versi lengkapnya di IGTV ByeBye-FEVER. Jangan lupa follow akunnya ya, dan semoga informasi dari ByeBye-FEVER mengenai fase oral pada bayi ini dapat menambah pengetahuan Bunda.

Mountain
Cloud Cloud Cloud Cloud
keyboard_arrow_down